Prediksi Harga Bitcoin: Sentimen Asia dan Arus Dana Dorong Peluang Rebound
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Meskipun pasar crypto dilanda arus keluar sebesar $1,9 miliar minggu lalu, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat menjelang akhir pekan. Arus masuk dana segar senilai $258 juta membuka kembali optimisme, terutama di tengah sentimen positif dari Asia yang sedang menggeliat lewat aktivitas IPO, termasuk rencana listing Bitkub di Hong Kong.
Ketika lembaga-lembaga keuangan seperti JPMorgan semakin memperketat kontrol terhadap industri crypto, daya tarik Bitcoin sebagai aset yang dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna (self-custodial) menjadi semakin relevan. Kombinasi tekanan jangka pendek dan dukungan struktural jangka panjang inilah yang menciptakan medan menarik bagi spekulasi apakah Bitcoin bisa kembali mendekati level psikologis $100.000.
Total Penarikan $1,9 Miliar, Tapi Arus Masuk Akhir Pekan Buka Harapan Baru
Data dari CoinShares menunjukkan bahwa pekan lalu mencatat salah satu arus keluar terbesar dalam sejarah dana ETP crypto, dengan total penarikan mencapai $1,94 miliar atau sekitar 32,3 triliun rupiah. Dalam empat minggu terakhir, total outflow telah menembus $4,9 miliar, menjadikannya periode terburuk ketiga sejak 2018.
Namun, harapan mulai muncul menjelang akhir pekan. Dana segar senilai $258 juta (sekitar 4,2 triliun rupiah) mulai masuk kembali, menandakan potensi pemulihan sentimen setelah tujuh hari berturut-turut aksi jual.
XRP menjadi satu-satunya aset yang mencatat arus masuk, mencapai $89,3 juta meski harganya turun 6,9%. Sebaliknya, Solana dan Ethereum mencatat outflow masing-masing $156 juta dan $589 juta, sementara Bitcoin mengalami penarikan terbesar sebesar $1,27 miliar. Trader “smart money” dari Nansen juga menunjukkan sinyal bearish terhadap BTC senilai $325 juta, meski tetap optimis terhadap XRP.
Arus masuk akhir pekan memberi sinyal stabilisasi. Namun, selama penarikan besar masih terjadi, tekanan terhadap BTC tetap tinggi. Tren inflow berkelanjutan dapat menjadi pemicu awal pemulihan harga secara bertahap.
Bitkub Siapkan IPO di Hong Kong, Pasar Thailand Melemah, Asia Makin Berperan
Laporan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa Bitkub, bursa crypto terbesar di Thailand, berencana IPO di Hong Kong setelah pasar saham domestik mengalami tekanan besar. Target pendanaannya mencapai $200 juta atau sekitar 3,3 triliun rupiah, dengan volume perdagangan harian sekitar $66 juta.
Awalnya, Bitkub ingin go public di Thailand pada 2025. Namun, penurunan indeks lebih dari 10% serta ketegangan politik membuat rencana itu berpindah arah. Investor asing telah menarik dana lebih dari $3 miliar dari pasar saham Thailand tahun ini.
Sementara itu, Hong Kong justru mencatat lonjakan IPO, mengumpulkan $28 miliar dalam sepuluh bulan pertama 2025, meningkat 209% dari tahun sebelumnya. Perusahaan crypto besar seperti HashKey Group dan Bitcoin Depot juga melirik peluang ini. Langkah Bitkub memperkuat posisi Asia sebagai motor adopsi Bitcoin dan mendongkrak sentimen jangka panjang BTC di kawasan.
Akun CEO Strike Diblokir JPMorgan, Isu “Debanking” Crypto Muncul Lagi
Pada bulan September, Jack Mallers, CEO dari Strike, aplikasi pembayaran berbasis Bitcoin mengalami kejadian tak terduga. Akun bank pribadinya dibekukan secara sepihak oleh JPMorgan Chase.
Tidak ada penjelasan resmi yang diberikan oleh pihak bank, selain menyatakan bahwa mereka “tidak diperbolehkan” mengungkap alasan di balik penutupan tersebut. Dalam surat yang diterima Mallers, JPMorgan menyebut telah menemukan “aktivitas mencurigakan” saat melakukan pengawasan sesuai Undang-Undang Kerahasiaan Bank (Bank Secrecy Act).
Kini, seluruh aktivitas perbankan Mallers dialihkan langsung melalui platform Strike. Insiden ini mengingatkan kembali pada masa lalu, ketika banyak lembaga keuangan di Amerika Serikat menolak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan crypto.
Baik di bawah pemerintahan Obama maupun Biden, otoritas regulasi kerap memberi tekanan kepada bank agar menghindari sektor-sektor yang dianggap berisiko tinggi, termasuk industri crypto.
Peristiwa yang menimpa Mallers menegaskan narasi utama Bitcoin sebagai sistem keuangan alternatif yang bersifat censorship-resistant dan mendukung kepemilikan aset secara mandiri (self-custody).
Ketika tokoh-tokoh utama dalam industri crypto menghadapi penutupan akun bank secara mendadak, kepercayaan terhadap Bitcoin justru menguat sebagai solusi moneter jangka panjang. Aset ini tidak tunduk pada kontrol institusi keuangan tradisional, menjadikannya pilihan yang semakin relevan dalam iklim perbankan yang penuh ketidakpastian.
Prediksi Harga Bitcoin: Target $94.000 Kembali Dikejar, Potensi Breakout Menuju $100.000
Harga Bitcoin mulai menunjukkan stabilisasi setelah menyentuh support Fibonacci di kisaran $86.800, atau sekitar 1,44 miliar rupiah. Level ini menjadi titik pertahanan penting bagi pembeli, terutama setelah tekanan jual besar yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.

Dalam grafik harian, pergerakan BTC terlihat berada dalam pola descending channel, dengan resistensi kuat di area $94.000 (sekitar 1,56 miliar rupiah), yang bertepatan dengan posisi exponential moving average (EMA) 20 hari serta level Fibonacci retracement 0.236.
Indikator RSI (Relative Strength Index) pun mulai bangkit dari wilayah oversold di bawah angka 30, menandakan potensi bullish divergence awal. Jika harga mampu menembus $90.800 (1,51 miliar rupiah), maka konfirmasi pembalikan arah jangka pendek bisa terbentuk.
Hal ini membuka jalan menuju target selanjutnya di kisaran $94.000 dan bahkan $97.000 (sekitar 1,61 miliar rupiah), yang menjadi area resistance teknikal berikutnya. Apabila pola ini berkembang menjadi falling wedge, target kenaikan berikutnya bisa menyentuh level $107.000 atau sekitar 1,78 miliar rupiah.
Ini sekaligus menandai pemulihan penuh dari penurunan harga yang terjadi sepanjang November. Selama BTC masih bertahan di atas zona $86.800, struktur bullish tetap valid, memberikan ruang kenaikan dengan risiko penurunan yang terbatas.
Penutupan harga harian di atas $97.000 berpotensi memicu lonjakan minat beli baru dan membawa BTC mendekati kembali titik psikologis $100.000. Kondisi ini dapat memperkuat sentimen menjelang siklus perdagangan bulan Desember dan membuka peluang pemulihan harga lebih luas menjelang akhir tahun.
Bitcoin Hyper: Evolusi Baru Bitcoin dalam Ekosistem Solana?
Bitcoin Hyper ($HYPER) hadir membawa pendekatan baru yang menyegarkan dalam dunia Bitcoin. Jika Bitcoin (BTC) dikenal luas karena kekuatan keamanannya, maka Bitcoin Hyper menawarkan hal yang selama ini tidak dimiliki BTC yaitu kecepatan dan efisiensi setara Solana.

Proyek ini membuka jalan untuk menjalankan smart contract berbiaya murah dan super cepat, mengembangkan aplikasi terdesentralisasi, hingga menciptakan meme coin semua tetap berlandaskan pada keamanan yang ditawarkan oleh jaringan Bitcoin.
Audit keamanan dari Consult memperkuat kredibilitas Bitcoin Hyper sebagai proyek yang fokus pada trust dan skalabilitas. Kepercayaan pasar juga mulai terbentuk. Hingga saat ini, presale Bitcoin Hyper telah mengumpulkan lebih dari $28,4 juta atau sekitar 472 miliar rupiah. Harga token saat ini berada di level $0.013325.
Seiring meningkatnya aktivitas on-chain dan kebutuhan aplikasi BTC yang lebih cepat dan fleksibel, Bitcoin Hyper menempati posisi unik sebagai jembatan antara dua dunia besar crypto, ketangguhan Bitcoin dan performa Solana. Jika Bitcoin membangun fondasi, maka Bitcoin Hyper bisa membuatnya lebih cepat, lincah, dan menyenangkan untuk era adopsi yang lebih luas.

Bagi investor yang tertarik mengamati proyek ini lebih jauh, Anda bisa mengikuti perkembangan dan diskusi komunitas melalui akun resmi X (Twitter) dan grup Telegram Bitcoin Hyper. Untuk informasi lebih lengkap seputar roadmap, staking, hingga peluang partisipasi presale, silakan kunjungi laman resmi proyek.
Untuk informasi mendalam, Anda bisa membaca Prediksi harga Bitcoin Hyper dan juga mengetahui cara beli Bitcoin Hyper secara praktis menggunakan Best Wallet atau dompet crypto non-custodial lainnya yang mendukung jaringan Solana. Proyek ini menjadi contoh nyata dari bagaimana inovasi baru bisa memperkuat pondasi aset crypto yang sudah mapan.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.