Prediksi Harga Dogecoin: ETF DOJE Diluncurkan Hari Ini – Apakah DOGE Akan Jadi Bitcoin Berikutnya?
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Penantian panjang akhirnya berakhir. Exchange-traded fund (ETF) pertama untuk meme coin resmi diluncurkan dan mulai diperdagangkan hari ini, memicu gelombang baru prediksi harga Dogecoin (DOGE).
Setelah mengalami beberapa penundaan, REX-Osprey DOGE ETF (kode: DOJE) akhirnya resmi melantai di bursa sejak bel pembukaan perdagangan pagi ini dibunyikan.
ETF ini memberikan akses langsung bagi investor terhadap kinerja meme coin terpopuler melalui pasar yang diawasi regulator di Amerika Serikat.
Dalam 24 jam terakhir menjelang peluncuran, harga DOGE melonjak 5,4%. Jika dilihat dari 30 hari terakhir, nilai token ini sudah naik sebesar 27%.
Kondisi ini memperkuat optimisme bahwa altcoin season masih akan berlanjut, dengan sentimen terhadap meme coin kembali menguat.
Prediksi Harga Dogecoin: Mungkinkah DOGE Tembus Rp32.800 di Siklus Ini?
Pergerakan harga Dogecoin terbaru membentuk pola rising wedge – salah satu pola klasik yang mengindikasikan kelanjutan tren bullish dan seringkali diikuti oleh breakout besar.
Dengan diluncurkannya ETF Dogecoin pertama, eksposur terhadap $DOGE diperkirakan akan meningkat drastis. Baik investor ritel maupun institusi kini memiliki jalur legal dan teratur untuk mengakses aset ini.

Jika DOGE berhasil menembus level resistance utama di US$0,32 (setara dengan Rp5.252), maka peluang terbuka lebar untuk kembali menguji level tertinggi yang tercapai pada Desember 2024.
Setelah itu, potensi breakout bisa membawa harga DOGE melesat ke US$2 (sekitar Rp32.828) – sebuah level yang akan mendongkrak kapitalisasi pasarnya mendekati US$300 miliar (setara Rp4.924 triliun), menempatkannya tepat di bawah Bitcoin dan Ethereum dalam daftar aset crypto terbesar.
Pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve baru-baru ini turut memperkuat sentimen bullish, meningkatkan selera risiko di seluruh pasar crypto.
Meski DOGE tetap menjadi pemimpin di kategori meme coin, proyek presale yang bergerak cepat seperti Maxi Doge ($MAXI) mulai mencuri perhatian investor.
Hanya dalam beberapa minggu, presale Maxi Doge berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$2 juta (sekitar Rp328,28 miliar), menjadikannya salah satu kandidat kuat sebagai meme coin breakout selanjutnya.
Maxi Doge ($MAXI) Serap Energi Pasar Lewat Trading dengan Leverage 1000X
Maxi Doge ($MAXI) bukan sekadar meme coin biasa. Proyek ini digambarkan sebagai anjing energik yang tak bisa berhenti memantau grafik candlestick sampai harga melesat vertikal.

Berbasis pada jaringan Ethereum, Maxi Doge beroperasi dengan semangat khas bull market yang intens. Bayangkan kombinasi antara Shiba Inu, minuman energi, dan Crypto Twitter tengah malam – filosofi Maxi Doge hanya satu: “harga naik adalah gaya hidup”.
Salah satu daya tarik utama Maxi Doge adalah Maxi Fund, mekanisme yang mengalokasikan hingga 25% dari total dana presale untuk diinvestasikan ke dalam token-token paling menjanjikan. Posisi tersebut kemudian diperkuat dengan leverage hingga 1000X. Dalam dunia Maxi, strategi konservatif dianggap hanya cocok untuk generasi lama.
Bagi investor yang ingin membeli token Maxi Doge sebelum listing di exchange, cukup kunjungi situs resmi Maxi Doge dan hubungkan dompet crypto kompatibel (seperti Best Wallet).
Pembelian bisa dilakukan hanya dalam hitungan detik, baik menggunakan aset crypto maupun kartu bank.
Pelajari cara beli presale Maxi Doge di sini atau kunjungi situs resmi Maxi Doge sekarang untuk ikut serta.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.