Prediksi Harga Cardano: Hoskinson Tegaskan ADA Tidak Akan Dikendalikan Wall Street Lagi – Apakah Ini Momen Titik Balik?
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Pasar crypto kembali memperlihatkan sensitivitas tinggi terhadap sentimen makro global. Dinamika tersebut mempengaruhi sebagian besar altcoin besar, termasuk Cardano (ADA), yang masih bergerak mengikuti reaksi pasar Amerika Serikat dibanding performa fundamental ekosistemnya sendiri.
Situasi ini memunculkan diskusi baru setelah Charles Hoskinson menyampaikan pandangan tegas mengenai dominasi Wall Street terhadap arah harga ADA. Ia menilai perubahan besar diperlukan agar Cardano mampu melepaskan diri dari tekanan eksternal dan bergerak berdasarkan kekuatan inovasi internalnya.
Prediksi Harga Cardano: Hoskinson Menyebut ADA Tidak Akan Lagi Dikendalikan Wall Street – Apakah Ini Titik Balik?
ADA terus mengikuti pergerakan sentimen Wall Street dibandingkan fundamental teknologinya sendiri. Pola ini dianggap Charles Hoskinson sebagai penyebab utama mengapa prediksi harga Cardano sulit mencapai momentum bullish yang konsisten.
| Nama Koin | Cardano (ADA) |
|---|---|
| Cardano Harga | $0.18 |
| Cardano ATH | $3.10 (September 2, 2021) |
| Cardano Perubahan Harga dalam 24 Jam | ▼ -8.6300% |
| Cardano Perubahan Harga dalam 7 Hari | ▼ -21.33% |
| Cardano Kapitalisasi Pasar | $8.34B |
| Sirkulasi Pasokan | 45.00B |
Altcoin ini gagal menampilkan performa meyakinkan dalam empat tahun terakhir. Bahkan pada fase bullish pasca-halving di siklus empat tahunan historisnya, ADA masih diperdagangkan 85% di bawah all-time high tahun 2021 sebesar $3.10 atau Rp51.565 (menggunakan kurs terbaru Rp16.634/USD).
Dalam podcast terbarunya, Hoskinson menyebut performa lemah ini sangat dipengaruhi oleh dominasi faktor makro yang menekan pasar crypto secara keseluruhan.
Data seperti kebijakan The Fed, tarif perdagangan, gejolak perbankan tradisional, serta ketegangan politik global terus membentuk arah pasar tanpa melihat progres inovasi atau adopsi institusional yang dibangun Cardano.
“Trump menulis sesuatu, tarif baru diumumkan, atau sebuah bank yang bahkan tidak pernah kita dengar sebelumnya tiba-tiba mengalami kolaps, lalu pasar langsung turun 20%,” ujarnya.
Hoskinson menyampaikan bahwa dirinya merasa “lelah” dengan dinamika tersebut dan menginginkan perubahan cepat serta berkelanjutan berdasarkan satu prinsip penting: kesatuan.
Ia mendorong komunitas Cardano dan industri crypto secara luas untuk membangun sikap kolektif dan bergerak dengan cara mereka sendiri, termasuk dorongan untuk melepaskan kategori crypto dari label risk asset.
Kemungkinan masuknya partisipasi institusi secara lebih dalam melalui potensi spot ETF juga dinilai dapat memberi ADA stabilitas jangka panjang agar lebih tahan terhadap tekanan makro dan tidak terlalu bergantung pada arus spekulatif jangka pendek.
Prediksi Harga Cardano: Apakah Ini Titik Balik bagi ADA?
Kesatuan dapat menjadi elemen penting bagi Cardano karena sinyal teknikal menunjukkan potensi arah bullish menjelang akhir fase konsolidasi.
Pola symmetrical triangle yang terbentuk selama satu tahun terakhir kembali aktif, dan garis tren support bagian bawah berpotensi terkonfirmasi kembali sebagai area peluncuran harga.

Indikator momentum mengarah pada perubahan positif. RSI mengalami pembalikan tajam dari level 30 yang menandakan kondisi oversold, sementara histogram MACD mendekati golden cross di atas garis sinyal. Kedua indikator memberikan gambaran awal dari potensi uptrend baru karena tekanan jual semakin melemah.
Pemulihan pada area demand krusial di $0.50 atau Rp8.317 dapat mengonfirmasi potensi kenaikan lebih kuat dengan membentuk struktur support yang lebih tinggi dan stabil.
Zona ini menjadi level penting yang perlu diamati. Keberhasilan ADA kembali bertahan di atas level tersebut akan membuka peluang pergerakan naik yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Dalam skenario breakout, ADA berpeluang memulihkan level tertinggi akhir 2024 di kisaran $1.35 atau Rp22.456, setara potensi kenaikan sekitar 220%.
Narasi bullish seperti potensi ETF dapat menambah fondasi kuat bagi skenario breakout yang lebih besar menuju level tertinggi siklus sebelumnya di $3 atau Rp49.902, yang setara lonjakan hingga 620%.
SUBBD: Proyek yang Menjadi Sorotan Berkat Fundamentalnya
Tokoh seperti Charles Hoskinson terus menekankan pentingnya fundamental, yang membuat proyek dengan utilitas nyata seperti SUBBD ($SUBBD) mendapat perhatian lebih besar.
Platform ini hadir sebagai ekosistem konten berbasis AI yang berfokus pada revolusi subscriber economy bernilai $85 miliar atau Rp1,41 kuadriliun. SUBBD menawarkan model baru di mana kreator memiliki kendali penuh atas karya mereka, sementara fans mendapatkan akses nyata yang lebih personal.
Dengan menghilangkan peran perantara, SUBBD menempatkan kontrol langsung kepada pihak yang menciptakan nilai. Kreator dapat memonetisasi secara langsung, sementara fans menikmati akses eksklusif, rilis awal, dan interaksi yang lebih berarti melalui fitur token-gated.
Konsep ini mulai mendapatkan momentum kuat. SUBBD telah melampaui $1.3 juta atau Rp21,62 miliar pada tahap presale, yang menegaskan meningkatnya minat investor terhadap perpindahan menuju creator economy berbasis desentralisasi.
Platform ini mampu menciptakan situasi yang menguntungkan kedua sisi komunitas. Kreator memperoleh pendapatan lebih tinggi, sementara fans mendapatkan kedekatan lebih besar sembari memanfaatkan use case desentralisasi yang sejak awal menjadi fondasi utama crypto.
Beli SUBBD di SiniRekomendasi Bacaan Lain untuk Pembaca
Pembaca yang ingin memahami lebih jauh peluang investasi SUBBD dapat melanjutkan dengan artikel panduan lengkap mengenai cara membeli SUBBD untuk pemula. Artikel tersebut menyediakan langkah-langkah sederhana dan aman agar investor baru dapat mulai berpartisipasi dalam presale tanpa risiko kesalahan teknis.
Pembaca juga bisa memperluas wawasan dengan membaca ulasan prediksi harga SUBBD dari 2025 hingga 2030, yang menguraikan potensi jangka panjang proyek ini berdasarkan roadmap, utilitas AI, dan perkembangan tren creator economy global.
Beli SUBBD di SiniBergabung dengan Komunitas Telegram CryptoNews Indonesia
Pembaca yang ingin mengikuti update harian seputar presale, analisis altcoin, tren pasar, dan berita crypto internasional dapat bergabung dengan grup Telegram CryptoNews Indonesia. Komunitas ini menghadirkan diskusi aktif, edukasi, dan informasi real-time yang membantu investor membuat keputusan lebih tepat dalam kondisi market yang dinamis.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.