Bitcoin Hyper Presale Tembus Rp296,5 Miliar Sementara Upgrade Bitcoin Core v30 Picu Perdebatan
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Bitcoin Siap Lakukan Upgrade Besar
Bitcoin sedang bersiap menghadapi upgrade penting. Dijadwalkan rilis pada Oktober mendatang, Bitcoin Core v30 akan menghapus batas lama 80-byte pada OP_RETURN. OP_RETURN adalah bagian dari transaksi Bitcoin yang memungkinkan data tertentu ditanam langsung ke blockchain.
Dengan kapasitas penyimpanan data lebih besar di on-chain, Bitcoin berpotensi membuka berbagai kemampuan baru, mulai dari scaling solutions seperti rollups dan zk-proofs, smart contract yang lebih canggih, hingga dApps generasi terbaru.
Kabar baiknya, dorongan untuk ekosistem Bitcoin tidak hanya datang dari sisi upgrade. Ketika Layer-2 (L2) scaling solution bernama Bitcoin Hyper meluncur pada akhir 2025, jaringan ini akan terdorong lebih cepat, biaya transaksi bisa ditekan, dan efisiensi meningkat signifikan.
Melihat peluang ini, tidak mengherankan jika token native jaringan, $HYPER, telah berhasil meraup dana presale senilai $18 juta atau sekitar Rp296,5 miliar (kurs Rp16.475/USD). Banyak analis menilai, token ini berpotensi menjadi crypto berikutnya yang mencetak 1000x.
Bitcoin Core v30 Memicu Perdebatan Soal Spam dan Biaya Tinggi
Bitcoin Core merupakan software utama yang menggerakkan jaringan Bitcoin. Software ini dibangun oleh komunitas global developer yang bekerja sama, dengan dukungan dari miners dan node operators.
Namun sejak pengumuman upgrade v30, komunitas Bitcoin terpecah. Sebagian pihak ingin Bitcoin tetap fokus sebagai jaringan uang digital murni untuk transaksi. Sementara pihak lain menyambut baik transformasinya menjadi base layer yang lebih fleksibel untuk inovasi yang lebih luas.
Kontroversi semakin panas ketika salah satu developer Bitcoin Core, Luke Dashjir, menyebutkan bahwa “Bitcoin akan mati jika orang-orang mengadopsi Core 30”.
Ia berpendapat, menghapus batas OP_RETURN berisiko menjadikan blockchain sebagai tempat pembuangan spam dan bahkan konten berbahaya seperti child sexual abuse material (CSAM).
Di sisi lain, CEO Blockstream, Adam Back, justru membela upgrade ini. Melalui X, ia menjelaskan sejak versi 0.1, Bitcoin selalu memanfaatkan model jaringan tahan sensor yang sama. Menurutnya, hal ini memang membuat lebih sulit mengendalikan spam, tetapi sangat penting untuk desentralisasi.
Ahli blockchain VTECH menambahkan, penghapusan batas 80-byte akan memungkinkan pasar bebas menentukan biaya penyimpanan block space sesuai permintaan. Ia meyakini, mekanisme tersebut akan menyesuaikan secara otomatis seiring meningkatnya jumlah pengguna yang menyimpan data di on-chain. Dampaknya bisa membantu menekan spam dan konten sampah.
Meski begitu, berbagai solusi baru tengah dikembangkan agar biaya jaringan Bitcoin bisa lebih cepat dan lebih murah. Salah satu proyek yang sedang jadi sorotan adalah Bitcoin Hyper, sebuah Layer-2 yang siap mendukung integrasi DeFi.
Hyper L2 Bawa Kecepatan Setara Solana ke Bitcoin
Saat ini, Bitcoin hanya mampu memproses sekitar 7 transaksi per detik (TPS), jauh lebih rendah dibanding Ethereum yang mampu menangani 19,38 TPS atau 63,21% lebih cepat.

Bahkan kapasitas maksimum Bitcoin hanya 13,2 TPS, yang masih 78,83% lebih rendah dibanding Ethereum. Dengan desain yang relatif lambat ini, Bitcoin kerap menghadapi biaya tinggi ketika terjadi lonjakan permintaan. Contohnya pada November lalu, biaya transaksi sempat menembus $8 atau sekitar Rp131.800 per transaksi.
Meski biaya telah turun hingga $0,62 atau sekitar Rp10.215 (turun lebih dari 90%), angka tersebut masih jauh lebih mahal dibanding Solana, di mana biaya jarang melebihi $0,05 atau sekitar Rp822.

Di sinilah Bitcoin Hyper tampil berbeda. Dibangun menggunakan Solana Virtual Machine (SVM), proyek ini dirancang agar jaringan Bitcoin memiliki kecepatan dan skalabilitas setara Solana. Dengan begitu, ribuan transaksi per detik bisa dilakukan dengan biaya jauh lebih rendah.
Bitcoin Hyper juga memanfaatkan Canonical Bridge untuk transfer yang lebih cepat dan murah. Melalui jembatan ini, pengguna bisa dengan mudah memindahkan $BTC ke dalam ekosistem Hyper.
Tidak hanya itu, Canonical Bridge membuka berbagai use case baru, sangat ideal bagi mereka yang ingin menjelajahi DeFi, dApps, hingga crypto potensial berikutnya di launchpad dan marketplace global.
$HYPER Jadi Kunci Evolusi Bitcoin Hyper
Token native $HYPER menjadi pondasi dari semua inovasi ini. Sebanyak 30% dari total suplai token dialokasikan untuk dana pengembangan, artinya hampir sepertiga hasil presale langsung dipakai untuk membangun Layer-2.
Selain itu, 25% dialokasikan ke treasury ekosistem, dengan porsi lainnya ditujukan untuk community rewards serta persiapan listing token pada Q4 2025.

Bagi holder, $HYPER memberi manfaat tambahan seperti hak governance dan gas fee yang lebih rendah di jaringan L2. Token ini saat ini masih tersedia di presale dengan harga $0.012975 atau sekitar Rp213.800.
Investor juga bisa melakukan staking dengan APY 65%. Namun tingkat reward tersebut akan menurun ketika jumlah investor bertambah. Berdasarkan prediksi harga Bitcoin Hyper, nilai token berpotensi melonjak hingga 24x setelah listing dan adopsi lebih luas pada akhir 2025.
Mengikuti presale bukan hanya soal mendukung pertumbuhan jaringan, tetapi juga menikmati peluang keuntungan. Saat ini, penggalangan dana sudah menembus $18 juta atau Rp296,5 miliar, dan tidak menunjukkan tanda melambat. Sejumlah whale tercatat melakukan pembelian besar, masing-masing senilai $161.300 (Rp2,65 miliar), $100.600 (Rp1,65 miliar), dan $74.900 (Rp1,23 miliar).
Kunjungi presale Bitcoin Hyper hari ini untuk ikut ambil bagian atau baca panduan cara beli Bitcoin Hyper di artikel ini!
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.