{"id":146888,"date":"2025-07-07T16:13:43","date_gmt":"2025-07-07T16:13:43","guid":{"rendered":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/?p=146888"},"modified":"2025-07-07T16:13:43","modified_gmt":"2025-07-07T16:13:43","slug":"cryptocurrency-boom-second-half-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/news\/cryptocurrency-boom-second-half-2025\/","title":{"rendered":"Prediksi Kripto yang Akan Meroket di Paruh Kedua 2025"},"content":{"rendered":"
Harga Bitcoin (BTC)<\/a> saat ini berada di level $108.216 (sekitar Rp1.754.263.408) \u2014 menjadikannya salah satu aset dengan performa paling tangguh sepanjang tahun 2025. Kenaikan 2,4% dalam 30 hari terakhir menunjukkan stabilitas harga yang luar biasa, bahkan di tengah koreksi pasar kripto global.<\/p> Namun, yang membuat para analis semakin optimis bukan sekadar angka di chart, tapi arus masuk Bitcoin ke ETF spot dalam sebulan terakhir. Tercatat lebih dari 50.000 BTC telah dibeli oleh institusi hanya dalam 30 hari, mengindikasikan demand yang sangat kuat dari pasar institusional.<\/p> Berdasarkan model flow-to-price dari Ecoinometrics, tren tersebut bisa mendorong harga Bitcoin ke target baru di $117.000 (Rp1.897.921.000)<\/a> dalam beberapa minggu ke depan. Bukan hanya spekulasi\u2014prediksi ini sepenuhnya berbasis pada korelasi historis antara ETF inflow dan lonjakan harga Bitcoin.<\/p><\/figure><\/div>