{"id":141674,"date":"2024-11-25T03:34:21","date_gmt":"2024-11-25T03:34:21","guid":{"rendered":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/?p=141674"},"modified":"2024-11-25T03:34:21","modified_gmt":"2024-11-25T03:34:21","slug":"cantor-fitzgerald-acquires-5-stake-in-stablecoin-issuer-tether-valued-up-to-600m","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/news\/cantor-fitzgerald-acquires-5-stake-in-stablecoin-issuer-tether-valued-up-to-600m\/","title":{"rendered":"Cantor Fitzgerald Mengakuisisi 5% Saham Stablecoin Issuer Tether, Bernilai Hingga $600 Juta"},"content":{"rendered":"
\"Cantor<\/figure>

Perusahaan jasa keuangan global, Cantor Fitzgerald, dikabarkan telah membeli 5% saham Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, dengan nilai akuisisi mencapai hingga $600 juta.<\/p>

Langkah ini menempatkan Cantor Fitzgerald dalam posisi strategis untuk memanfaatkan potensi pengaruh politik melalui CEO-nya, Howard Lutnick, yang baru saja diangkat sebagai Menteri Perdagangan oleh Presiden-Elekt Amerika Serikat, Donald Trump.<\/p>

Laporan dari Wall Street Journal<\/em> pada 24 November<\/a> mengungkapkan bahwa keikutsertaan Cantor Fitzgerald dalam Tether dapat memperkuat posisi penerbit stablecoin tersebut, terutama di tengah sorotan yang semakin ketat dari regulator keuangan global.<\/p>

<\/p>

\n
Baca juga<\/div>\n
Daftar Koin Kripto yang Menjanjikan di Tahun 2026<\/b><\/a><\/div>\n <\/div>

Tether Tetap Menjadi Subjek Kontroversi<\/strong><\/h2><\/span>

Tether terus menghadapi penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York terkait dugaan keterlibatan stablecoin USDT dalam aktivitas ilegal, termasuk pendanaan terorisme. <\/p>

Tantangan ini menyoroti pentingnya dukungan politik dalam menghadapi tekanan regulasi yang semakin meningkat.<\/p>

Giancarlo Devasini, pemegang saham mayoritas Tether, dilaporkan yakin bahwa pengaruh Lutnick dapat memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman regulasi yang menargetkan perusahaan. <\/p>

Informasi dari sumber Wall Street Journal<\/em> menyebutkan bahwa Lutnick dianggap memiliki kapasitas untuk “meredakan tantangan besar yang dihadapi Tether.”<\/p>

Lutnick saat ini menjabat sebagai penasihat transisi bagi Presiden-Elekt Donald Trump dan terlibat dalam proses pemilihan kandidat untuk posisi strategis di pemerintahan. <\/p>

Beberapa posisi tersebut diperkirakan akan berdampak langsung pada pengawasan terhadap Tether. Lutnick juga diproyeksikan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Cantor Fitzgerald setelah konfirmasi Senat terkait pengangkatannya di kabinet.<\/p>

\n

WSJ on Tether\u2026

\u201cDevasini said privately earlier this yr that Lutnick will use his political clout to try to defuse threats facing Tether.\u201d

\u201cCantor, which is majority-owned by Lutnick, holds most of Tether\u2019s $134bil in assets.\u201d

Cantor apparently has 5% stake in Tether as well.
pic.twitter.com\/QHOWsvY4bq<\/a><\/p>— Nate Geraci (@NateGeraci) November 24, 2024<\/a><\/blockquote>