{"id":140739,"date":"2024-10-27T22:03:15","date_gmt":"2024-10-27T22:03:15","guid":{"rendered":"https:\/\/id.cryptonews.com\/?p=140739"},"modified":"2024-10-27T22:03:15","modified_gmt":"2024-10-27T22:03:15","slug":"is-a-doge-price-breakout-coming-co-founders-doj-critique-sparks-investor-interest","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/news\/is-a-doge-price-breakout-coming-co-founders-doj-critique-sparks-investor-interest\/","title":{"rendered":"Apakah DOGE Akan Mengalami Breakout Harga? Kritik Co-Founder terhadap DOJ Picu Minat Investor"},"content":{"rendered":"
\"Apakah<\/figure>

Billy Markus, co-founder Dogecoin (alias Shibetoshi Nakamoto), baru-baru ini menyampaikan kritik keras di media sosial tentang perlakuan Departemen Kehakiman AS (DOJ) terhadap tokoh terkenal seperti mantan Presiden Donald Trump dan CEO Tesla, Elon Musk.<\/p>

Ia mengungkapkan bahwa langkah DOJ tampak politis, menyerupai rezim otoriter. Komentar ini muncul sebagai respons atas cuitan Wakil Presiden Kamala Harris yang menyatakan bahwa Trump akan “memperalat” DOJ jika kembali terpilih.<\/p>

Markus menilai bahwa pemerintahan saat ini sudah menggunakan DOJ untuk melawan lawan politik, termasuk Trump dan Musk. Menurutnya, pola tindakan seperti ini mirip dengan cara kerja diktator.<\/p>

\n
Baca juga<\/div>\n
Daftar Crypto yang Wajib Dibeli di Tahun 2025<\/b><\/a><\/div>\n <\/div>

Persepsi Publik dan Media Terhadap Elon Musk<\/span><\/h2><\/span>

Selain membahas DOJ, Markus juga membela Elon Musk dengan menyatakan bahwa media telah menciptakan citra buruk tentang dirinya. Ia menilai bahwa narasi media telah membentuk persepsi negatif tentang Musk dan membuat publik melihatnya sebagai sosok antagonis.<\/p>

Menurut Markus, hal ini membuat Musk dicap sebagai “penjahat” di mata masyarakat.<\/p>